Pada dini hari 3 Januari 2026, Amerika Serikat melaksanakan Operasi Absolute Resolve—sebuah operasi militer gabungan yang mengakibatkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores di jantung Caracas[1][2][4]. Operasi ini melibatkan lebih dari 150 pesawat tempur dari 20 pangkalan berbeda, menggabungkan kekuatan udara, perang elektronik, cyber warfare, dan pasukan operasi khusus dalam sebuah serangan terkoordinasi yang diselesaikan dalam waktu sekitar 150 menit.
Presiden Maduro kemudian dipindahkan ke USS Iwo Jima sebelum dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan narko-terorisme.
Artikel opini Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte yang menjadi rujukan analisis ini mengangkat pertanyaan kritis tentang kedaulatan negara, transformasi perang modern, dan kerentanan Indonesia dalam arsitektur keamanan global kontemporer.
Laporan ini akan memberikan verifikasi faktual terhadap klaim-klaim dalam artikel tersebut, menganalisis implikasi geopolitik dan ekonomi operasi Venezuela, serta mengevaluasi kerentanan strategis Indonesia dalam konteks perkembangan ini.